Powered By Blogger

Rabu, 04 Desember 2013

TEORI EKONOMI MAKRO ISLAM

RESUME KEBIJAKAN MONETER (INSTRUMEN-INSTRUMENNYA)
Oleh : Disti Ilfani Putry Agustine

A.Penjelasan Instumen-Instrumen Kebijakan Moneter

Alat / instrumen kebijakan moneter yang umum dijelaskan oleh Nopirin (1992 : 46) dan Mishkin (2001 : 435) sebagai berikut :

a) Operasi pasar terbuka
Operasi pasr terbuka berupa pembelian dan penjualan sekuritas pemerintah oleh bank sentral sekuritas pemerintah tersebut biasnya berbentuk obligasi. Pada saat bank sentral melakukan kegiatan jual-beli skuritas pemerintah tersebut, perekonomian akan dipengaruhi oleh perubahan jumlah giro cadangan (reserve) institusi financial, perunahan harga dan hasil (yield) sekuritas, dan perubahan perkiraan (expectation) keseluruhan perekonomian. Operasi pasar terbuka adalah salah satu kebijakan politik yang dilakukan oleh bank sentral dengan menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga.

b) Fasilitas diskonto 
Instrument kebijakan moneter ini berkaitan dengan fasilitas bank-bank untuk meminjam uang secara langsung kepada bank sentral. Biasanya pinjaman tersebut berbentuk direct advance atau over-draft yang disekuritisasi dengan asset-aset tertentu. Biaya peminjaman (bunga) pinjaman itulah yang disebut fasilitas diskonto (discount rate). Fasilitas diskonto adalah satu kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral dengan menambah atau mengurangi jumlah uang dengan cara menaikan atau menurunkan tingkat suku bunga.

c) Cadangan minimum
Kebijakan cadangan minimum adalah kebijakan bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikan atau menurunkan cadangan minimum yang harus dipenuhi oleh bank umum, dalam mengedarkan atau memberikan kredit kepada masyarakat. Industri perbankan adalah salah satu industri yang paling banyak diatur oleh undang-undang. Salah satu bentuk pengaturan tersebut adalah ketentuan cadangan minimum atau RR yang biasanya ditetapkan berdasarkan undang-undang perbankan yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

d) imbauan moral
Bank sentral dapat menggunakan imbauan moral untuk mendorong institusi financial agar membela kepentingan public. Biasanya, mereka menggunakan imbauan moral untuk meyakinkan para banker dan manajersenior institusi financial agar lebih memperhatikan kepentingan janka panjang dari pada kepentingan jangka pendek institusinya.

B.Mekanisme Instrumen Kebijakan Moneter
Instrumen Kebijakan Moneter
Alat / instrumen kebijakan moneter yang umum dijelaskan oleh Nopirin (1992 : 46) dan Mishkin (2001 : 435) sebagai berikut :
1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Hal ini dikarenakan dalam pembelian surat berharga misalnya, bank sentral akan menambah cadangan bank umum yang menjual surat berharga tersebut, akibatnya bank umum dapat menambah jumlah uang yang beredar (melalui proses penciptaan kredit). Pada saat bank sentral menjual surat-surat berharga di pasar terbuka, cadangan bank-bank umum akan menurun. Berikutnya bank-bank ini dipaksa untuk mengurangi penyaluran kreditnya, dengan demikian akan mengurangi jumlah uang beredar. Pengaruh yang kedua, tindakan pembelian atau penjualan surat berharga akan mempengaruhi harga (dan dengan demikian juga tingkat bunga) surat berharga, sehingga mengakibatkan menurunnya jumlah uang beredar dan meningkatkan tingkat suku bunga.
Berdasarkan tujuannya, operasi pasar terbuka dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
• Dynamic open market operation, yang bertujuan untuk mengubah jumlah cadangan dan monetary base.
• Defensif open market operation, yang bertujuan untuk mengontrol faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi jumlah cadangan dan monetary base.
2. Penetapan Tingkat Diskonto (Discount Policy)
Dengan menaikkan diskonto, maka biaya untuk meminjam dana dari bank sentral akan naik sehingga akan mengurangi keinginan bank umum untuk melakukan peminjaman ke bank sentral. Akibatnya, jumlah uang yang beredar dapat ditekan / dikurangi. Di samping itu, posisi jumlah cadangan juga dapat dipengaruhi melalui instrumen ini. Apabila tingkat diskonto mengalami kenaikan, maka akan meningkatkan biaya pinjaman pada bank. Peningkatan jumlah cadangan ini merupakan indikasi bahwa bank sentral menerapkan kebijakan moneter yang ketat.
3. Penetapan Cadangan Wajib Minimum (Reserves Requirements)
Apabila cadangan wajib minimum diturunkan, maka akan mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah deposito sehingga jumlah uang beredar cenderung meningkat, dan sebaliknya apabila cadangan wajib minimum dinaikkan, maka akan mengurangi jumlah deposito yang akhirnya akan menurunkan jumlah uang yang beredar.
Indikator empirik untuk kebijakan moneter yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :
a. Jumlah uang beredar (M2), yaitu jumlah seluruh uang yang beredar yang terdiri dari M1(uang kartal dan uang giral) ditambah dengan uang kuasi.
b. Bunga deposito 1 bulan (Depo1)
c. Tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
d. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika
 e. Inflasi


C.Instrumen ini di Pandang dari Islam dan Intrumen Islam itu sendiri

Semua intrumen di atas memiliki karakteristik dan proses kerja berbeda, yang sesungguhnya dirancang atas asumsi situasi ekonomi yang sedang atau akan terjadi. Instrumen (1) Target pertumbuhan M dan M0, merupakan instrument kebijakan moneter dalam rangka mengatur jumlah uang beredar dengan melakukan tiga alokasi jumlah uang yang ada. Alokasi tersebut dibagi untuk pemerintah, bank komersial, dan LKS lainnya. Akan tetapi alokasi tersebut harus sesuai dengan target pertumbuhan yang telah ditentukan, sehingga jumlah uang beredar tidak akan berlebihan atau kekurangan.
Adapun instrument (2) Saham publik  terhadap deposito unjuk, diartikan sebagai langkah instrumen kebijakan moneter dengan menganjurkan adanya mobilisasi dana dari bank komersil yang terkumpul dalam deposito untuk dialirkan kepada pemerintah, sehingga pemerintah memilki pendapatan lain selain pajak yang akan dgunakan untuk membiayai proyek-proyek kesejahteraan social, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan optimalisasi output (GDP) dan stabilisasi harga. Instrument (3) dan instrument (4) dihadirkan hampir sejenis dengan instrument pada kebijakan konvensional, akan tetapi yang membedakan ialah tingkat suku bunganya. Pada instrument (3) ini, ketika pemerintah ingin melakukan monetary expansive maka rasio cadangan wajib diturunkan, sedangkan ketika kebijakan yang diambil ialah monetary contractive maka langkah yang dilakukan ialah sebaliknya. Selanjutnya di instrument (4) otoritas moneter membuat batasan atas alokasi kredit yang harus dikucurkan, baik dalam keadaan ekonomi booming ataupun resesi. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya decoupling (kesenjangan sector moneter-sektor riil), sehingga roda perekonomian akan berjalan beriringan. Intrumen (4) Pembatasan kredit, dilakukan berbarengan dengan instrument (5) Alokasi kredit yang berorientasi pada nilai. Berorientasi pada nilai dimaknai dengan kegiatan kredit yang dikucurkan bagi kegiatan-kegitan masyarakat dalam menyediakan barang/jasa yang dibutuhkan bersama dan alokasi bagi kegiatan wirausaha untuk usaha kecil dan menengah (UMKM).
Terakhir instrumen (6) tekhnik lain, dilakukan dengan cara-cara lain yang mampu dan telah banyak digunakan di negra islam lainnya, antara lain moral suasion, OMO (SUKUK), Refinance ratio, dan rasio peminjaman. Dengan sejumlah intrumen berdasrkan pemikiran Umer Chapra ini, Islam dapat menjalankan kebijakan moneternya dengan tanpa menggunakan variabel bunga. Penjelasan mengenai bagaimana instrument-instrumen dalam kebijakan moneter islam bekerja dalam mengatur peredaran jumlah uang beredar, sejelasnya telah disebutkan pada studi literatur diatas. Selanjutnya, studi alternatif-kritis mengenai instrument kebijakan moneter konvensional dalam pemikiran Umer Chapra dapat disederhanakn lebih jelas dibuat tabel di bawah ini:

Instrumen

KebijakanMoneter Konvensional*
Instrumen

Kebijakan Moneter

Islam**
(1) Operasi Pasar terbuka
(1) Target pertumbuhan M dan M0
(2) Fasilitas Diskonto
(2) Saham publik terhadap deposito unjuk
(3) Rasio Cadangan Wajib
(3) Cadangan wajib resmi
(4) Imbauan Moral
(4) Pembatasan kredit

(5) Alokasi kredit yang berorientasi pada nilai

(6)Tekhnik Lain; Moral suasion, OMO (SUKUK), refinance ratio, rasio peminjaman
Keterangan :
* Instrumen kebijakan moneter konvensional digerakkan melalui variabel bunga
** Instrumen kebijakan moneter Islam digerakkan melalui rasio bagi hasil ataupun variabel lain selain suku bunga.
1. Kebijakan moneter konvensional belum mampu mewujudkan tujuan jangka pendek (optimalisasi output & stabilisasi harga) ataupun jangka panjang (kesejahteraan) dari adanya kebijakan moneter dikarenakan masih menggunakan instrument kebijakan moneter yang berdasarkan variabel suku bunga. Sebagai alternatif, instruemn kebijakan moneter islam yang tidak didasarkan pada variabel suku bunga diduga dapat mewujudkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang.       
2. Instrument-instrumen kebijakan moneter Islam yang dijadikan alternatif berdasarkan pemikiran Umer Chapra ialah target pertumbuhan M dan M0, saham publik terhadap deposito unjuk, cadangan wajib resmi, pembatasan kredit, alokasi kredit yang berorientasi nilai, dan tekhnik lain (Moral suasion, OMO/SUKUK, refinance ratio, rasio peminjaman).   

http://www.syafiiantonio.com/artikeldetail.php?nid=27

2 komentar:

  1. dis, upami tiasa mah di olah deuinya. wios janten 1-2 paragraf, tapi redaksi kenging nyalira. walaupun aya nu copy paste, eta sebagai penguat (referensi/pendapat ahli).
    terkait sareng materi ieu, mangga di baca http://artikelekis.blogspot.com/2013/12/kebijakan-fiskal-dalam-kajian-ekonomi.htmlhttp://artikelekis.blogspot.com/2013/12/kebijakan-fiskal-sebuah-kajian-teoritis.html

    BalasHapus
  2. Perkenalkan nama saya Kurniawan dari STIE Muhammadiyah Bandung, mohon izin untuk copy sebagian dari isi makalah ini untuk keperluan presentasi kelompok saya. terima kasin

    BalasHapus