Powered By Blogger

Senin, 29 Desember 2014

EKONOMI INTERNASIONAL



“RESUME LALU LINTAS PEMBAYARAN INTERNASIONAL”

A. Gambaran Umum Lalu Lintas Pembayaran Internasional.
Transaksi-transaksi pembayaran antar daerah tidak akan menemukan masalah-masalah yang sering ditemukan dalam lalu lintas pembayaran internasioanal, karena semua daerah kekuasaan sebuah Negara pada umumnya menggunakan mata uang yang sama,sedangkan pembayaran dengan menggunakan cek dan giro akan hanya merupakan pemindah bukuan perkiraan bank saja dari saldo kredit pembayaran ke penerimaan pembayaran
Tetapi hal ini berbeda dengan lalu lintas pembayaran antar Negara. Misalnya seorang importer Indonesia membeli sejumlah barang dari eksportir di amerika. Transaksi ini pembayarannya lebih kompleks di banding pembayaran antar daerah. Hal ini disebabkan karena mata uang yang berlaku di amerika berbeda dengan mata uang di Indonesia. Ada juga pembayaran dengan mata uang Negara ketiga. Misalnya dengan membeli barang dari jepang kita dapar membayarnya dengan dolar amerika. Dengan demikian sebelum melakukan transaksi pembelian barang dari jepang kita harus terlebih dahulu menghitung kurs-kurs devisa yang memungkinkan kita membandingkan nilai barang tersebut dinyatakan dalam dolar amerika, dalam yen juga rupiah. Masalah-masalah semacam ini yang menimbulkan perbedaan lalu lintas pembayaran dalam negeri dan luar negeri. 

B. Peranan Bank Dalam Lalu-Lintas Pembayaran Internasional

Bagi importir dan eksportir bank devisa merupakan lembaga dengan siapa mereka dapat menjual-belikan surat wesel luar negeri dan menggunkaannya hanya sebagai perantara dalam mengadakan penagihan kepada debitur di luar negeri.Pada umumnya para eksportir, juga kebanyakan pemerintah negara pengekspor hampir senantiasa menghendaki untuk menggunakan hard currenccy atau mata uang kuat dalam mengadakan perjanjian jual-beli dengan para pembeli di luar negeri dan bukanya soft currenccy atau mata uang lemah.Oleh karena bank-bank devisa menjual-belikan surat wesel luar negeri maka bank-bank devisa tersebut pada umumnya mempunyai rekening pada bank-bank di berbagai negara.

C. Pusat Finansial Internasional

Mekanisme pembayaran internasional ditentukan oleh pola hubungan antara bank-bank yang ikut aktif beroperasi dalam bidang jual-beli alat-alat pembayaran internasional. 3 macam pola hubungan antara bank dalam melaksanakan penyelesaian hutang piutang:
1. Pola desentralisasi (decentralized system of international paymen) Adalah pola hubungan apabila system perbankan Negara yang satu dengan system perbankan yang lain dalam menyelesaikan utang-piutangnya dilakukan secara bilateral.
2. Penyelesaian hutang-piutang secara terpusat (centralized system of international paymen) Terjadi apabila hubungan antar bank=bank dari suatu negara dengan bank-bank lain mengenai saldo-saldo rekeningnya dilakukan melalui sebuah financial center.
3. Campuran dari kedua bentuk-bentuk ekstrim diatas(desentralisasi dan sentralisasi)


D. Valuta Asing dan Bursa valuta Asing

Bursa valuta asing (foreign exchange market) lembaga pasar dimana orang dapat memperoleh fasilitas-fasilitas untuk melaksanakan pembayaran kepada penduduk negara lain atau menerima pembayaran dari penduduk negara lain.
Sumber-asal permintaan alkan valuta asing :
1. Para importir barang dan jasa
2. Para investor dalam negeri yang memerlukan valuta asing untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban luar negerinya yang timbul dari transaksi pembelian surat berharga dari penduduk negara lain atau transaksi pemberian pinjaman kepada penduduk negara lain.
3. Para debitur dalam negeri yang memerlukan valuta asing untuk melunasi kewajiban-kewajiban luar negerinya yang timbul akibat daripada hutang luar negerinya yang telah jatuh tempo atau untuk membayar bungan pinjaman luar negerinya.
4. wisatawan dalam negeri yang akan melawat ke luar negeri.
5. perusahaan-perusahaan asing yang harus membayar dividen yang dibagikan kepada para pemeganga saham di uar negeri.
6. rumah-rumah tangga keluarga yang membutuhkan valuta asing untuk membiayai studi anggota keluarganya yang belajar di luar negeri.
7. Pemerintah yang memerlukan valuta asing untuk membiayai perwakilan-perwakilannya di luar negeri, untuk menyelesaikan hutang-hutang luar negeri yang telah jatuh tempo, membayar bunga san sebagainya.
8. Para spekulan yang misalnya saja meramalkan akan adanya tindakan kebijaksanaan devaluasi, mempunyai tendensi untuk berlomba-lomba membeli valuta asing.

- Adapun valuta-valuta asing yang dipelihara dan dijual belikan pada umumnya berbentuk:
1. Mata uang asing yang konvertibel.
2. Saldo kredit pada bank-bank devisa kita diluar negeri.
3. Surat-surat wesel luar negeri.
4. Hak-hak penerimaan pembayaran dari penduduk megara lain dalam bentuk lainnya yang mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi.

- Fungsi-fingsi pokok bank devisa:
1. Melaksanakan transfer pembayaran internasional.
2. Menyediakan kredit untuk membiayai transaksi-transaksi ekonomi internasional.
3. Menanggung resiko perubahan kurs valuta asing.

Dibawah ini dimuat uraian singkat mengenai beberapa pengertian yang ada sangkut pautnya dengan masalah valuta asing dan bursa valuta asing :
a. Surat Wesel Dagang  Merupakan salah satu bentuk valuta asing. Dengan sendirinya surat wesel luar negeri yang dimaksud di sini hanya terbatas pada surat – surat wesel luar negeri yang nilainya dinyatakan dalam mata uang kuat.
b. Mata Uang Kuat Lawan Mata Uang Lemah
Mata uang kertas ada yang konvertibel dan ada pula yang tidak konvertibel. Sedangkan artian konvertibel atau inconvertibel juga ada dua macam yaitu :
a) ” inconvertibel” dalam artian tidak bebas untuk ditukarkan dengan emas atau ditukarkan dengan mata uang asing.
b) ”inconvertible” dalam arti sukar untuk ditukarkan dengan mata uang negara lain.

c. Hedging Adalah apabila dalam perjanjian jual beli dijanjikan bahwa pembayaran dilakukan dengan menggunakan mata uang yang berlaku dinegara pengekspor maka resiko perubahan kurs akan ditanggung oleh pengimpor. Sebaliknya apabila pembayaran harus dilakukukan dengan mata uang negara pengimpor maka yang menanggung resiko yang timbul dari perubahan kurs valuta asing adalah pihak eksportir.
d. Arbitrage Kalau kurs valuta asing yang terjadi dinegara yang satu berbeda dengan kurs valuta asing yang terjadi dinegara lain, maka biasanya akan timbul apa yang bioasa disebut dengan arbitrage. Arbitrage dapat dijalankan diantara Dua neegara, dapat juga diadakan diantara tiga negara atau lebih.

SUMBER TERKAIT :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar